loading..

Tedhak Siten

img_rate_1img_rate_2img_rate_3img_rate_4img_rate_5
print.png Print
group.png No Vote

Upacara tedhak sithen atau turun tanah adalah  upacara adat memperkenalkan anak kepada tanah. Seseorang anak untuk pertama kalinya secara resmi menginjakan kakinya di tanah dan bergaul dengan tanah. Melambangkan bahwa seseorang anak telah berkenalan dan dapat bergaul dengan Ibu Pertiwi (unsur-unsur kosmos yang langsung berhubungan dengan kehidupan makhluk, adalah hawa dan bumi. Yang secara impersonal disebut Bapa Angkasa dan Ibu Pertiwi.) Tujuan utama dari rangkaian upacara yang diselenggarakan dalam masa kanak-kanak, jika bertolak dari tradisi lama, ialah agar dalam pertumbuhannya si anak dapat melewati masa-masa krisis dengan selamat. Terhindar dari segala musibah yang ditimbulkan  oleh berbagai kekuatan gaib jahat, makhluk halus jahat. Agar si anak dapat melewati masa-masa krisis dengan selamat, menurut tradisi lama, haruslah dalam setiap tahap masa krisis dilakukan upacara-upacara untuk menolak bala.

 

73_Karikatur.jpg

 

Waktu  dan Tempat Pelaksanaan .

Diselenggarakan pada saat anak mencapai umur delapan bulan lebih beberapa hari. Hitungan ini berdasarkan perhitungan menurut tradisi. Yaitu bahwa upacara tidhak siten diselenggarakan apabila anak telah berumur 7 kali selapan, Artinya 7 kali 35 hari. Di luar kraton pelaksanaannya dilakukan bertepatan dengan hari kelahiran ayahnda atau si anak. Di luar kraton upacara tedhak siten diselenggarakan di pelataran rumah. Biasanya di bawah sebatang pohon yang rindang daunnya.

Perlengkapan Upacara

Perlengkapan upacara yang harus disiapkan adalh:Kurungan ayam aduan (jago). Pengaron, belanga tanah yang baru.Tangga yang dibuat dari batang tebu jenis wulung. Hitungan anak tangga harus ganjilBokor-bokor.Mata uang logam, beras kuning.Seuntai kapas, segengam beras. Perhiasan (gelang, kalung, dan lain-lain).Alat-alat tulis.Janur Kuning, tikar baru.Kue singkong, 7 macam.Jenang merah, jenang putih, jenang baro-baro, Nasi Gudhangan

 

74_Tedhak_Siten.jpg

 

Rangkaian Acara Tedhak Siten

Rangkaian acara tedhak siten: Setelah semua perlengkapan upacara diatur rapi. Eyang/pinisepuh puteri memberi isyarat kepada (ibu si anak) untuk melaksanakan upacara.  Ibu dengan dibantu bapak, membimbing si anak untuk menginjakan kakinya ke tanah. Kemudian menginjakannya ke atas jadah yang berjumlah tujuh. Lalu di bimbing menaiki anak tangga tebu wulung, sampai anak tangga teratas. Kemudian diturunkan, dituntun untuk sekali lagi menginjak ke tujuh macam jadah tadi. Terus dibimbing, dimasukan dalam kurungan  ayam jago. Dibiarkannya anak itu memilih sendiri berbagai benda yang dihamparkan di atas tikar dalam kurungan. Ada padi, kapas, perhiasan, alat-alat tulis, dolanan. Kadangkala benda-benda tersebut dimasukan dalam bokor-bokor, untuk dihindari dimasukkan ke mulut anak.

Pada saat anak itu menentukan pilihannya dan asyik memain-mainkannya, seorang pinisepuh puteri (eyang puteri) didampingi seorang puteri remaja dengan membawa sebuah bokor, berjalan mengelilingi kurungan. Pinisepuh puteri (eyang puteri) kemudian merogoh uang logam dan beras kuning yang terdapat dalam bokor. Dan disebarkan (udhik-udhik) kepada para tamu. Selesai udhik-udhik, si anak dikeluarkan dari dalam kurungan oleh ibu. Diserahkannya kepada pinisepuh puteri (eyang puteri) untuk dimandikan. Selesai dimandikan dengan air Kembang Setaman, si anak kemudian dikenakan pakaian adat dan perhiasan. Upacara tedhak siten, diakhiri dengan kenduri tumpeng robyong, sekul gurih, jajan pasar, bubur lima macam. Dengan terlebih dulu didoakan keselamatan. 

Makna yang Terkandung dalam Unsur-Unsur Upacara Tedhak Siten

Tangga tebu wulung atau tebu arjuno, melambangkan tingkat-tingkat kehidupan. Dan mengandung makna berupa harapan agar si anak di masa depan selalu mencapai tingkatan hidup yang lebih baik. Serta berpegang kepada sifat ksatria yang luhur seperti tokoh Arjuna.

Kurungan melambangkan dunia fana yang terbatas. Alat-alat tulis melambangkan pekerjaan (profesi) yang menjadi pilihan si anak jika telah dewasa nanti. Alat-alat perhiasan dan uang, melambangkan kekayaan. Kapas, Padi, dan Beras mengandung makna berupa harapan agar si anak kelak selalu kecukupan sandang pangan. Uang Logam yang disebarkan (udhik-udhik), mengandung makna berupa harapan agar si anak kelak menjadi orang dermawan. Juadah 7 buah dalam 7 warna, melambangkan hari-hari yang dilangkahi dalam hidup setiap minggu.Kue singkong 7 buah dalam 7 warna, melambangkan umur si anak sejak kelahiran (selapan), yaitu 7 x 35 hari (selapanan). Air Kembang Setaman, melambangkan sifat suci dalam setiap tingkatan hidup/peralihan hidup yang akan dijalaninya.

Article Tag's : Tedhak Siten, wedding organizer jogja, pengantin production

Comment

No comment yet.

Add New

Name : *
Email Address : *
will not published
Website :
Comment : *
Security Question :
security image
*

Featured Gallery


We In Social Media


Testimony

Intan Caesia, S. Psi. & Widantoro Izzuddin Sidik , ST

Saat Akad Nikah Upacara Sakral Membuka Ibadah Dua Insan Manusia..

ANNI KARTIKA PUTRI S.H & NUGROHO HARISANTO, S.ST.Par

Semoga Menjadi Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah...

Evida Fauziah, A.Md & Bagus Panuntun, SE., MBA

"Pernikahan dengan Bingkai Tradisi dan Islami"

Previari Umi Pramesti, S.T. & Adityo Cahyadi, S.T.

Pasangan yang Luar Biasa


Featured Video


Contact Us

Pengantin Production
Jl. Kesehatan No. B 43 Sendowo Sleman
Yogyakarta [ Lokasi Kantor ]
Telp-Fax: ( 0274 ) 514685 - 543218
Email: