loading..

Upacara Adat Pasang Bleketepe

img_rate_1img_rate_2img_rate_3img_rate_4img_rate_5
print.png Print
group.png No Vote

Upacara Pasang Bleketepe
Upacara Pasang Bleketepe


Upacara Pasang Bleketepe

Asal usul tarub : Cerita Ki Ageng Tarub[1]

 

 

 

Timbulnya tradisi tarub erat kaitannya dengan legenda Ki Ageng Tarub II (ketika muda bernama Jaka Tarub atau Raden Kidang Tlangkas) ketika menikahkan putrinya bernama Dewi Nawangsih dengan Raden Lembu Peteng atau Raden Bondhan Kejawan (Suegijarto, 2002 : 34-35 dan 45). Dari catatan sejarah di akhir kejayaan kerajaan Majapahit, Ki Ageng Tarub pada waktu itu menikahkan Dewi Nawangsih anak perempuan hasil pernikahannya dengan Dewi Nawang Wulan. Dewi Nawangsih dinikahkan dengan Bondan Kejawan yang merupakan putra ke-14 Prabu Brawijaya.

     Dikisahkan Ki Ageng Tarub memohon do'a restu Sunan Kalijaga (uwaknya/Pakdhenya) dua hari sebelum hari pernikahan, Kanjeng Sunan Kalijaga datang di Tarub. Sunan Kalijaga memang ahli dalam berbagai ilmu, ilmu kesaktian, ilmu agama, dan ilmu seni budaya, kanjeng sunan kemudian memberikan ajaran denga cara simbolik. Sunan Kalijaga memerintahkan Ki Ageng Tarub II untuk membuat anyaman daun kelapa, pelepah kelapa dibelah menjadi dua bagian, daunya dianyam dan ujungya ditemukan, jika tidak bertemu, daun kelapa itu ditekuk dan diplepet dengan bambu apus dan diikat dengan tali tutus, hasil anyaman dipasang di kanan kiri pendapa. Ajaran simboliknya adalah pertemuan kedua anak (jodoh) itu mengandung adanya berbagai pertemuan, antara lain: pertemuan watak, pribadi, orang tua, anak, pendapat, dsb. Namun dari sekian kompleksitas perjodohan itu tentu ada hal – hal yang tidak cocok, untuk itu harus menerima apa adanya (mupus ; dari pring apus) dan harus diputuskan (dari tutus) agar perjodohan terjadi dan langgeng atau lestari hingga akhir hayat.

Selain itu juga dipasang blekketepe dan tuwuhan. Blekketepe adalah anyaman daun kelapa yang tua (bukan janur). Sedangkan Tuwuhan adalah hiasan di pintu utama berupa daun-daun yang memiliki makna, yaitu alang-alang, kluwih, opo-opo, pulutan, kemuning, dadap serep, dan daun andhong dilengkapi tebu, cengkir gading dan pisang raja setundun. Di pintu depan dihias janur yang dilengkungkan seperti gerbang gapura, ajaran simboliknya adalah manusia itu sebagi hamba Tuhan, oleh karena itu, manusia harus senantiasa menekung (bersujud memohon bimbingan Tuhan: Nur / cahaya dari janur) agar Tuhan melimpahkan Rahmat dan Anugerah-Nya.

Karena berbagai hiasan itu pertama kali yang menggunakan Ki Ageng Tarub yang terletak di Dusun Tarub, maka hiasan itu lestari hingga sekarang dan disebut Tarub, hingga sekarang tradisi Tarub masih terus dilestarikan oleh masyaraktat Jawa.



[1] www.kidemangsodron78.wordpress.com/tahap-mantu/tarub/

Article Tag's : upacara, Upacara Adat Pasang Bleketepe, bleketepe, adat jawa, wedding, organizer, jogja

Comment

No comment yet.

Add New

Name : *
Email Address : *
will not published
Website :
Comment : *
Security Question :
security image
*

Featured Gallery


We In Social Media


Testimony

Frida Noor Afifah, S.H & Gesit Wijaya Sadewa, S.E

Semoga Menjadi Keluarga Sakinah Mawaddah warahmah

Titisari Dewi, S.E & Muhammad Arifuddin, S.E

Pasangan Serasi semoga menjadikan Barokah..membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah...

Aurelia Oktaria Widya Putri, S. Ked & Ipda Pol. Michael Terry Hen

"Ikatan Janji Suci yang Abadi"

Perfomance Team & Pengantin Production

Kami ditugaskan untuk Merencanakan, Mengarahkan, Mendampingi dan Melaksanakan Tugas dengan Tanggung Jawab dan Kesungguhan Hati..


Featured Video


Contact Us

Pengantin Production
Jl. Kesehatan No. B 43 Sendowo Sleman
Yogyakarta [ Lokasi Kantor ]
Telp-Fax: ( 0274 ) 514685 - 543218
Email: